Wednesday, January 14, 2009

Taking It Too Literally

Hari ini selain googling wedding dan fonts untuk kerjaan, gw juga nongkrongin detikNews.com untuk memantau keadaan Jakarta yang lagi heboh sama banjir inih (jieehhh.... yah, maklum cuy, rumah gue di salah satu daerah korban banjir juga).

Di sela-sela headline masalah banjir dan Gaza, terseliplah sebuah headline menarik "Gagal Penuhi Janji Kurangi Kemiskinan, SBY akan Digugat ke Polisi".

Jakarta - Dianggap gagal dalam memenuhi janjinya, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran, Presiden SBY akan dilaporkan ke polisi. SBY akan diadukan melalui mekanisme class action oleh Lembaga Pemilih Indonesia (LPI).

Humm.... gue gak bisa berkomentar banyak, speechless actually. Hanya satu pikiran yang muncul di otak gue yang imut ini, "Rakyat Indonesia yang miskin itu sekitar 40 juta ekor dan yang pengangguran sekitar 10 juta buntut. Lo kira semudah itu menghanguskannya dalam jangka waktu 5 tahun?! Kalo semudah itu sih harusnya, dari presiden yang dulu-dulu sih, Indonesia sudah tidak mengenal kata miskin lagi. "

Gue gak bermaksud membela si Pak SBY atau menyalahkan LPI. I don't care about them or any political sight, karena nurut gue, masalah politik dan pemerintahan bikin cape ati kalo dibicarakan karena tidak ada yang transparan 100%. Di sini, gw hanya ingin mengedepankan masalah, "Jangan menganggapi semua perkataan dengan harafiah, apalagi dari kaum terdidik. Janji memang seharusnya diucapkan dengan hati-hati, tapi kalau dipikir dengan akal sehat, apa iya janji semacam itu dapat dipenuhi dalam seketika?"

-gw yang masih srat srot srat srot tanpa henti-

iSay disclaimer : this article is purely my personal opinion without any further intention.

Cold January

I've heard a lot about how the earth is getting colder and colder.

But today, I had it in prove. My legs are really frozen by the cold air (my bad for wearing the shorts) and I've been sleeping without air-conditioners for 2 days (beside of health reason).

This quite flooded day (flood was like almost-everywhere of Jakarta) is freaking cold.

What happened today?

The rain didn't really-actually-stop since yesterday and our family car has been parked at the mall's parking area.
I was woke up this morning around 4 A.M. by the thunder and heavy rain, looked into the street, oh, the water hasn't reached the pavement.
So, I back to sleep for about half an hour before I got up again and saw the water has become flood-going-to-be.
and I'm back with the annual tradition of packing up the stuffs downstairs and bring them up upstairs, in case the first floor is going to be flooded.
The last report from in front of my house is that the water reached the ankle-height.

And like usually, Kelapa Gading (KG) had its flood back in the early of new year.
I've read the online news which concluded that all the main streets to get out from KG has been flooded well and I just don't seems there's a good way to go to work, especially with my health condition (which has its worst moment yesterday).
And here I am, sitting in front of the online-computer at home, doing my works at home.


"rain rain go away" nursery rhyms

Friday, January 09, 2009

Desperately Gadget WANTIT

Camera DSLR 

Macbook 

Handphone 

gak muluk-muluk kan gue? cuman 3 inih saja, bakalan bikin gue seneng banget. TIGA saja! ada yang berniat mengkado-in gue ini? huahahahaha....... 

Sunday, January 04, 2009

Cara Diet Terefektif

Lagi-lagi gue membuat teori sendiri dengan semena-mena. Kali ini mengenai cara menurunkan berat badan paling cepat dan tanpa disadari dan tanpa merasa tersiksa, menurut pengalaman gue.

Saat lo getol-getolnya melakukan hobi lo ataupun saat lo jalan-jalan (ngumpul-ngumpul) bareng temen-temen lo yang asik. Kenapa? Karena pada saat-saat tersebut, elo akan keasikan dengan kegiatan lo sampe lo lupa makan ataupun telat makan (sebenarnya gak baik telat makan sih, terutama orang-orang seperti gue yang maagnya cerewet banget).

The Power of Curhat

Sebuah teori tercetuskan berdasarkan pengalaman dan pengamatan gue.

Orang-orang dapat menjadi dekat karena memahami dan mengerti tentang satu sama lain. Kebanyakan yang terjadi, bersumber dari sebuah kejadian yang kita sebut dengan, ngobrol-ngobrol. Lama kelamaan, pada sebagian hubungan berlanjut pada ngobrol-ngobrol yang kita sebut dengan, curahan hati alias curhat.

Curhat itu sungguh efektif untuk mendekatkan orang yang satu dengan orang yang lain karena (menurut teori gue). Saat orang yang satu mencurahkan perasaan dan pikiran di hatinya, kegalauan ataupun kegirangan; entah mengapa membawa efek magnetis pada orang yang satunya untuk ikut membagikan perasaan maupun pengalamannya, yang seringkali diselingi dengan seruan "Ho oh! Bener banget! Gue juga gitu! Dulu... blablablbalablbala....". Karena itulah, mereka jadi semakin mengerti dan memahami satu sama lain dan menjadi dekat, karena terutama memiliki perasaan 'senasib'.