Friday, December 26, 2008

Little People, Big World

Little People, Big World adalah sebuah reality show yang gw tonton tadi siang, bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga di mana sang ayah dan ibu berukuran kecil (bukan keluarga semut kok), dalam arti mereka dwarf (istilah untuk orang dengan cacat fisik sehingga pertumbuhan vertikalnya terhambat, namun perkembangan wajahnya tetap normal). Keluarga itu memiliki 4 orang anak: sepasang anak kembar berusia 15 tahun, Jeremy yang pertumbuhannya normal dan Zach yang dwarf; seorang anak perempuan dan anak bungsu laki-laki yang pertumbuhannya juga normal.

Sepanjang menonton acara tersebut, gw sangat terpesona pada kisah hidup mereka, terutama pada mereka yang dwarf. Sungguh keren, melihat ayahnya memimpin sebuah perusahaan pembuatan alat-alat untuk mempermudah kehidupan sehari-hari para dwarf, bertemu dengan orang-orang berukuran lebih besar darinya namun ia tetap dipandang dengan hormat, mungkin karena karismanya. Begitu pula dengan sang ibu yang mampu melakukan berbagai kegiatan rumah tangga seperti biasanya, betapa anak-anaknya menyayanginya. Zach yang ternyata hebat dalam olahraga bermacam-macam, basket (beberapa kali dia men-shoot bola dari tempat dan gaya yang tak meyakinkan, ternyata selalu masuk ke ring, gw amazed), sepakbola dan gokart. Jeremy yang tetap sayang dan tidak malu pada ayah-ibunya dan saudara kembarnya, walaupun mereka berukuran kecil. Zach dan Jeremy benar-benar saling bermain dan terikat layaknya hubungan saudara kembar lainnya. Hebat bukan?

Sembari menonton, pikiran gw melayang kesana-kemari. Gw berpikir, keren sekali kalau ternyata memang ada dunia dwarf sendiri, di mana di suatu tempat sana, sekumpulan orang-orang berukuran kecil memiliki kotanya sendiri dengan peralatan-peralatan lain seukurannya, seperti layaknya di film-film fantasi macam The Lord of The Rings. Kemudian terlintas juga di kepala gw, gimana kalo sebenarnya merekalah yang normal dan kita yang terlalu besar? Mungkin saja kan?

Gaming for 2 days

Uda lama banget gw gak main Playstation (kita cuma punya PS1 yang kalo mau main kadang konsolnya *jangansalahbacaplis* harus dibolak-balik posisinya layaknya ikan di panggangan saking uda gak normalnya tuh mesin) sama ade gw, yah karena kesibukan keseharian masing-masing tentunya. Kebetulan kemarin adalah Christmas Day, di mana liburan akhir tahun ini dimulai, malamnya gw dan ade gw keranjingan main Bishi Bashi (game gila tapi asik sekali), Sexy Parodius (game gak jelas, gak begitu asik, tapi lucu aja) dan Chocobo Racing (game superasik).

Hari ini, sepulang dari mencoba makan Bakmie Tan *yes! akhirnya mencoba juga!*, kita main PS lagi, kali ini dibuka dengan permainan Chocobo Racing (lagi), Tripuzz (game puzzle asik), Super Puzzle Fighter IIX (game puzzle superasik dengan karakter-karakter di Street Fighter versi mini). Hasil dari pertandingan game super puzzle fighter, tentu saja, gw kalah 17-2. -__-" kemampuan bermain game gw memang di bawah ade gw jauuuuhhhh....

-gw yang mulai kering tenggorokannya karena tereak-tereak norak pas maen-

Horror When Reading A Comedy Book

Sambil tiduran di kasur, gw membaca buku "Babi Ngesot"-nya Raditya Dika semalam. Di buku itu memang sejauh yang gw baca ada 1 cerita tentang kesurupan segala, tapi gw santai-santai aja sih pas baca hingga sebuah kejadian mengejutkan. JENG JENG JENG...

(sebelum itu, bayangkan dulu posisi kamar gw seperti huruf T, di mana kasur gw di batang T-nya, AC di ujung kepala T sebelah kiri dan pintu di ujung kepala T satunya.)

Sedang asik membaca dan kebetulan gw ngelirik ke arah belakang pintu, di mana gw melihat dari 3 pakaian yang tergantung di sana, ada satu yang bergoyang-goyang pelan seperti tertiup angin. Di otak gw, "ah, paling ketiup angin AC". Tapi pas nengok ke AC, "oh iya! gw kan gak nyalain AC dari tadi." Gw nengok lagi ke baju yang mulai memelan gaya goyangnya, lalu gw menengok lagi ke arah AC di mana ada jendela di sampingnya, "gordennya gak bergoyang, berarti gak ada angin dari luar." Gw nengok kembali ke arah pintu layaknya adegan penghabisan sinetron di tipi.

"Oh, shit! What the heck?!" ujar gw, "Is it you, Santa?"

Dalam waktu singkat pikiran-pikiran akan cerita dari Edo, teman gw nan kurus itu, membayangi kepala gw. "Gue waktu itu kayak ditempelin leen, ternyata karena pas di mall, kebetulan gue ketawa dan kayaknya ngarah ke si 'H' itu, jadi dia pikir gue lagi ngetawain dia."

"Mampus! Gw kan dari tadi cekakak cekikik sendiri sambil baca nih buku. Tapi, gw ketawanya kan ngarah ke buku? Kalo pun ada 'H', dia pasti tau lah gw ketawa karena baca buku." teori kilat gw dalam hati, "Ah.... engga, engga... paling angin lah... sudah sudah... ayo lanjut baca." gw berusaha menenangkan diri.

Namun tenyata pikiran gw semakin sulit berkonsentrasi saat membaca, akhirnya gw keluar dari kamar sambil bawa bantal dan nyosor ke kamar Aaron, ade gw, "Aku di sini ya. Masa tadi aku blublublublublublub...... " gw menceritakan adegan tadi ke Aaron. Responnya sungguh tidak membantu, dia hanya memindahkan pandangan matanya dari game yang sedang dimainkannya di laptop ke arah gw lalu memberikan pandangan "nah looooohhhhhhh" dan lalu berkata, "di buku itu kan ada cerita serem-seremnya juga."

Tapi toh, gw akhirnya tetap melanjutkan membaca buku tersebut di kamar Aaron dan karena mengantuk, akhirnya tak lama kembali ke kamar gw dan membaca Crayon Sinchan sebelum tidur, berharap dengan membaca yang lucu-lucu (tanpa ada unsur horor sedikitpun) dapat membantu gw tidur dengan cepat.

Wednesday, December 24, 2008

3 Doa 3 Cinta

Hari ini kerja setengah hari saja, saia senang sekali rasanya. hehehe... Sampai rumah, nganggur juga, nonton aja ahh.... Kebetulan Tia, mba yang tinggal di rumah dan hobinya membantu pekerjaan rumah tangga, ulang tahun hari ini. Jadilah kita menonton film 3 Doa 3 Cinta, film yang digembar-gemborkan sebagai film bertemunya kembali Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo, setelah bermain bersama di film 'Ada Apa Dengan Cinta' yang konon merupakan awal dari kebangkitan film layar lebar Indonesia kembali di tahun 2002.


Tujuan gw menonton film itu sendiri bukan karena ingin melihat kolaborasi mereka bersama kembali, namun karena gw ngefans dengan kemampuan beraktingnya Nicholas Saputra. Gw sangat amazed dengan kehebatan akting dia di tengah-tengah kualitas pemain film baru yang semakin tidak jelas castingnya, terutama di film Gie. Lagipula, saat menonton Festival Film Indonesia 2008 kemarin, film layar lebar ini mampu meraup penghargaan untuk pemeran pendukung terbaik (yang ternyata Yoga Pratama bermain dengan sangat baik) dengan 7 nominasi.

Gw kebetulan tidak berminat membuat review film ini, karena hanya dengan googling saja, sejembreng links akan muncul. Gw hanya ingin mengemukakan opini singkat secara subjektif saja. Secara keseluruhan, film ini memiliki jalan cerita lumayan mendidik, menghibur, cukup bagus, tentu saja dengan casting keseluruhan yang baik. Namun entah mengapa, tidak ada yang 'ngegreget' dari film ini. Tapi gw senang menonton film ini karena gw jadi mengetahui hal-hal tentang ritual dan ajaran yang dipegang umat Islam yang belum gw ketahui sebelumnya. Mengenai judulnya, 3 Doa 3 Cinta, hingga kini gw hanya dapat menyimpulkan secara subjektif bahwa, 3 doa berasal dari doa-doa dan harapan yang dituliskan oleh ketiga tokoh utama pada tembok, sedangkan 3 cinta berasal dari tujuan dan kecintaan dari masing-masing tokoh utama, si A pada ibunya, si B pada film dan si C pada ayahnya.

Ngomong-ngomong, gw sedang sangat menantikan film berjudul Drupadi. Film ini akan bercerita tentang epik mahabarata, kisah romantisme Jawa klasik yang akan digarap oleh Riri Riza (salah satu seorang penelor film-film hebat, menurut gw pribadi) dengan casting Dian Sastrowardoyo sebagai Drupadi dan Nicholas Saputra sebagai Arjuna.

Di samping alasan karena kolaborasi luar biasa dari orang-orang yang merampungkan film tersebut, ada alasan design grafis yang tetap menaungi (bahasa gw mulai berat nih). Telah tersiar di antara para pekerja grafis, bahwa yang akan menangani branding dan promosi dari film Drupadi itu adalah dari pihak LeBoYe, sebuah rumah grafis terkemuka di Indonesia (ataukah Jakarta?) yang karya-karyanya membuat gw kagum selalu, terutama karya-karyanya yang membawa unsur lokal Indonesia yang dikemas dengan modern.

Sunday, December 21, 2008

Garfield's Twister Words

Garfield: oh boy, oh boy, oh boy...

Garfield: Just five more days till Christmas! Only five!

Garfield: ... Of course, I don't need to count Christmas day, so that'd make it four...

Garfield: And today's almost half over, so if I don't count it, that's three...

Garfield: Then figure three days of sleep, at sixteen hours a day...

Garfield: Eighteen... carry the one... divided by 24...

Garfield: IT'S CHRISTMAS EVE!

John: You're wearing a groove in the table

and I say, "I lost it on the fifth row, if anyone can explain it to me (in Indonesia), that's very kind of you. Thanks :)"

Leen: like Garfield says, "today is almost over, so I don't count it, so it's 2 more days to Christmas, and tomorrow, by evening I'll say, it's 1 more day to Christmas"

Menatap atau Mengincar Mangsa?

Satu hal yang perlu diketahui oleh semua orang yaitu, betapa manusia memiliki kemampuan ruang pandang horizon yang cukup luas. Maksudnya di sini, saat arah pandang seseorang lurus ke depan, sebenarnya ia masih dapat melihat keadaan di sekitar sisi kanan-kiri dan atas-bawahnya dalam besaran sudut tertentu.

Kenapa gw harus membahas ini semua? Jawabannya matematikal sekali, karena orang-orang itu -yang memiliki hobi menatap seseorang secara terang-terangan (walaupun seseorang itu sedang tidak melihat ke arahnya)- sepertinya kurang memahami kemampuan tersembunyi manusia tersebut. Seringkali di tengah gw lagi asik duduk ataupun berdiri di suatu kendaraan umum bersama, ada aja orang yang menatap tak berperasaan tanpa memikirkan perasaan yang ditatapnya -betapa risihnya karena ia sadar ada yang melototin dari tadi-, terutama saat yang menatap tidak ganteng.

Wahai pembaca yang arif dan bijaksana, kalian sungguh harus merasakan bagaimana perasaan jengah itu -saat ada yang menatapi wajah lo untuk waktu yang lama dan elu harus berpura-pura seolah tidak sadar ia sedang menatapimu lekat-lekat tanpa satu kedipan pun-. "Annoying" BANGET! Gw rasa bukanlah suatu tindakan yang sopan untuk menatapi orang seperti singa yang akan memburu pantat anak zebra di savana. Oh ya, benar, pantat anak zebra! Soalnya kadang-kadang perasaan aneh itu muncul dari belakang, dari pantat hingga punggung kok kayaknya ada yang geli-geli abstrak. Saat nengok ke belakang, ada yang dengan mata setajam elang sedang menatapi betis/pantat/punggung/otak belakang lo. Mengerikan!

Pernah suatu kali di dalam bemo, seorang ibu-ibu setengah baya bermake-up menor duduk di seberang gue. Pandangan gw saat itu sedang mengarah ke kanan, tapi karena ruang pandang gue masih cukup luas, gw tetap bisa ngeliat kalau si ibu-ibu itu lagi menatap gw tanpa kedip dengan mata yang di-belo-in (Yu nou belo rait?), menjadikannya monster ikan koki bermata kembung. Sekali lagi, Mengerikan! Gw kesel dan akhirnya gw ngeliat balik ke si ibumatakoki itu, dengan harapan ia akan berhenti mengincar gw sebagai target mangsa dan membuang pandangannya ke arah lain. Malang bukanlah untung, tenyata gw yang ketakutan ngeliat matanya yang kembung, sedangkan si ibumatakoki tetap ngeliatin gw dengan liarnya. Akhirnya gue lah yang kalah dan kembali memandang ke arah kanan sambil dalam hati mengutuk, "kalo gue punya tongkat ibuperi, bakal gw *cring* mata si ibumatakoki supaya kaga bisa nutup, biar beneran mirip sama ikan koki."

-gw yang terlalu lelah-

Friday, December 19, 2008

Topik Kritis Manusia

Saat di tempat kerja kemarin, dari suara penyiar radio (tenang, gw tidak bekerja di stasiun radio kok!) terdengar kata-kata yang membuka topik acaranya malam itu,

penyiar 1: jadi ceritanya temen gue deg-deg-an gitu kan sebelum ketemu camer (calon mertua) nya. "gimana dong? gue pake baju apa? gue dandan kayak apa? dll." panik banget dia. Trus besokannya, setelah ketemu si camer cerita ke gue. "Tau ga? ternyata biasa aja sih, everything went fine. Gue senyam senyum terus, tapi.... itu sebenarnya karena, reseliting bapak camer kebuka."

penyiar 2: oke, jadi itu yah topik kita malem ini, "Di saat lo ngeliat reseliting si bapak camer lo, apakah elo akan bilang langsung ke si bapak camer ini atau lo akan diem aja dan nunggu sampai ada anggota keluarganya yang ngasih tau ke si bapak ini."

penyiar 1 membacakan sms dari pendengar: "halo gue X, kalo gue sih gak akan ngomong ke si oom, tapi pastinya mata gue akan ke sana terus sambil cengar-cengir. Tapi, nantinya gue akan nyampein ke pacar gue."

penyiar 2: Trus udah gitu, nanti si pak camer ini malah mikir macem-macem lagi. Dikira berpikiran kotor dll, atau malah jangan-jangan dia saat sadar, akan bilang "Kenapa kamu melihat ke sini terus? Suka ya?"

dan gw terkekeh-kekeh menahan tawa agar tidak membahana di ruang kerja dan tetep jaga imej dong di hadapan lengan boss (secara posisi duduknya lengan-punggungan ~ yeah I know, lu baca juga pasti gak ngerti! hahaha...).

Cerita itu pun terlewat begitu saja, namun ternyata di pagi ini membuat gw teringat kembali pada kisah tersebut. Saat duduk di dalam bus, masuklah seorang cewe berkulit putih dan berambut panjang, berjaketkan jeans dan bercelana jeans dan bercelanadalam pierre cardin pink. LOH?!! Gw melihat hal yang seharusnya tidak gw lihat di pagi yang cerah itu dan berlangit indah dan berawan tebal. Jadi si Pierre Cardin itu menongol dengan gonjrengnya tanpa malu-malu dari celana jeans belakangnya (kalo nongol dari depan, gw sudah gak membayangkan kejadiannya).

Pagi itu sembari duduk dengan gelisah, menjadi pagi yang sangat dilematik. "Bilangin, Engga, Bilangin, Engga, Bilangin, Engga, Bilangin, Engga, Bilangin, Engga." Habis sudah 10 jari di tangan. Tak lama setelah itu dia keluar saat bus berhenti pada halte pertama.

Sebenarnya apa yang seharusnya kita lakukan sebagai sesama manusia? Saling berbagikah? Saling mencintaikah? Saling berpelukankah? (okei, gw ngomong apa sih dari tadi? gw juga mulai bingung -..-") Yah, pada intinya, haruskah kita memberitahu sang objek pada saat-saat kritis seperti itu?

Dilemanya adalah, diberitahu, nanti yang lain pada melihat ke sang objek, semakin malulah dia. Tidak diberitahu, semakin banyak yang melihat ke sang objek karena ia tak kunjung sadar. Menurut Anda, sebagai sesama makhluk sosial, harus bagaimanakah kita sebagai sang penglihat?

-gw yang sesungguhnya lagi ada teman menginap, duduk 2 meter dari gw, tapi karena ada 2 komputer, dengan masing-masing sambungan internet, jadi ngobrolnya lewat YM. HARAM KAU INTERNET! HARAM KAU!-

Thursday, December 18, 2008

Saya itu Pelupa

Hari Rabu kemarin, waktu gw baru aja mau berangkat sama nyokap ke kampus (sebelum kerja), entah ada angin apa, gw ngecekin SIM dan KTP di dompet, hal yang jarang gw lakukan. o_O gak ada loh! Nah luhh!!! Ngebongkar barang2 di kamar dengan kilat, tetep gak ketemu. Nah Luh!!! Akhirnya nyokap deh yang nyetir -.-"

Malamnya, setelah pulang, gw bongkar-bongkar lagi, dan bener-bener lupa menaruhnya di mana. Sampai akhirnya mata tertuju pada sebuah kantong, kantong hitam yang gw bawa hari Sabtu lalu ke kampus. Eng Ing Eng, ketemu. -.-"

Berarti, waktu nonton BOLT gak bawa tanda pengenal dan di hari Minggu kemarin, gw bawa mobil kesana-kemari tanpa ada SIM ataupun KTP di dalam dompet. Jadi mungkin kalo sampe diberhentikan polisi, gw akan menjawab "kan naek bom bom car, Pak, jadi gak perlu tanda pengenal." -.-"

Wednesday, December 17, 2008

Rabu Dilematik

Hari rabu selalu menjadi hari yang dilematik untuk menentukan perasaan karena posisinya yang berada di tengah-tengah minggu kerja. Bingung untuk merasa senang karena 2 hari telah terlewati atau merasa sedih karena masih (atau tinggal?) 2 hari lagi menjelang weekends. Biasanya, supaya dapat merasakan bahagia karena telah melewati 2 hari kerja dan bahagia menyambut 2 hari lagi sebelum weekends, triknya adalah gw harus sudah punya planning untuk hari sabtu nanti! :D 

Tuesday, December 16, 2008

Nestapa

Hari ini gw belajar kosakata baru.

Mendengarnya dari sebuah lagu yang mengalun di radio.

Sebuah kata ini diucapkan si penyanyi lagi dan lagi dan lagi.

Sampai akhirnya gw mencoba mencerna maksudnya dan ternyata.... GUE GAK TAU APA ARTI NESTAPA, kalo nelangsa gw baru ngerti! '_' Gw sering banget denger tuh kata, tapi gw ternyata gak ngerti artinya.. ooopsss...

Akhirnya ada seorang teman (baca: 3 huruf) memberi tau gw artinya.

- Nestapa. kb. kesedihan yang mendalam; gundah hati -

>> baca lebih jauh di entri seseorang mengenai nestapa, my writing blogging (gw terpesona dengan tulisan-tulisan dia)>> saia pun JLEB JLEB

Obat Kesukaan

Gw hari ini mendapat hadiah dari bokap. Sebuah obat batuk klasik yang uda lama banget gak gw minum. Ada satu kata yang mengenang dari obat ini, "enaaaakkkkkkkk". hehehe.... Obatnya unik, warnanya ajah hitam pekat, tapi sebenarnya gak segitu hitamnya sih. Tadi gw membuka kemasannya dengan perlahan-lahan dan penuh perasaan, stikernya ajah sampe gw kletekin sedikit-sedikit biar gak robek. Di dalam boxnya, selain ada botol obatnya, ternyata ada brosurnya yang rupanya ada ilustrasi-ilustrasi komikal berwarna, membuat gw jadi seneng. hehehe....

Sebagian besar dari pembaca entri ini, pasti tau obat batuk ini......

Obat Batuk Penuh Kenangan

Monday, December 15, 2008

Hebohnya Oreo

Hari ini menjadi hari paling menyebalkan karena gw kurang tidur semalam dan sebelum tidur mellow banget. Tapi, gw gak mau membahas itu semua karena gak seru, sebab ada yang lebih seru :D

Paginya sewaktu sampai di halte busway harmoni (yang paling guede untuk transfer-transfer orang ke bus jurusan lain), ada sekitar 8 orang? berjejer mengenakan pakaian dari profesi yang berbeda-beda (perawat, sipil, petugas ledeng?, wanita karir, dan lainnya gw gak gitu ngeh) dengan sebuah kain bertuliskan OREO besar-besar di selempangkan dari bahu kiri ke pinggang kanan mereka masing-masing, selayaknya sebuah kontes kecantikan. Mungkin kalau ini, kontes Miss Oreo, lomba siapa yang paling mirip Oreo, sama hitamnya, bludukan, tapi dalemnya manisssssss. hehehe.. Engg... sampe mana tadi? Oh! Sementara tangan mereka masing-masing memegang suratkabar-suratkabaran (boong-boongan) berjudulkan WARTA OREO, seolah membacanya. Gw dalam hati mengasihani mereka, pasti pegal tangannya membentangkan lembaran itu sedari tadi.

Tak lama setelah gw bengong ngeliatin mereka sambil merasa sedih karena gak bawa kamera maupun henpon berkamera, ada seorang cowo tinggi dan cakeep yang ngambil-ngambilin warta Oreo mereka satu-satu. Saat gw uda hampir memasuki bus, di belakang gue terlihat gerombolan pekerja Oreo itu sedang menyanyikan keras-keras sambil mengangkat-angkat tangan mereka seperti saat berjuang menuntaskan penjajah, "OREOOOO..... OREOOOOO.......Oooooo....". Suara mereka semakin redup saat gw memasuki bus dan merasa sedih kembali karena kepengen menonton mereka berpentas. Aku kecewa... menangis.... tersungkur.....

-sekian, terimakasih-

Sunday, December 14, 2008

We Watch BOLT

Jadi kemarin malam rencananya kami-gw, Beny, Lambok, dan Hendro (yang gugur karena ada acara)- akan menonton BOLT di bioskop gading. Beny dateng duluan, gw menyusul. =.= Begitu masuk ke lobby bioskop. WOW! padetnya seperti pasar ikan yang lagi ada diskon 75% on 2nd fish. Trus daripada udah ngantri panjang-panjang gak dapet tiket, mending nanya dulu ke si penjual tiket. Yak, untuk jam 7.30 malam, bangku yang tersisa hanya tinggal 2 row di depan -.-" ogah gw nonton sambil dongak-dongak, yang ada nanti pulang gw tetep ngedongak sambil jalan di mall -.-" Akhirnya kita memutuskan untuk menunggu Lambok dateng, baru nentuin mau nonton apa dan jam berapanya.

Kami pun deg-deg-an mengantri tiket dengan sambil berdiskusi berat.
"Kalo BOLT 9.30 gak dapet, gimana dong?"
"Transporter3 jam 11 aja?"
"Trus kita ngapain 2 jam?"
gw: "Ember aja?"
Lambok: "Udah nonton gue."
Beny: "Red Line gimana?"
Lambok: "Seru sih, udah nonton gue."
gw: "Oh! Twilight?"
Lambok: "enngg... Roman banget, udah nonton gue."
Beny: "The Day The Earth Stood Still?"
Lambok: "udah nonton gue."

Gila juga nih si Lambok, semua udah ditonton -.-" Gw curiga jangan-jangan dia penyetel proyektor di dalem studio bioskopnya sendiri?

Setelah repot-repot memikirkan semua itu sampe mules, keringatan, dan gatel-gatel. Ternyata kita dapet tiket nonton BOLT jam 9.30 nya. hahaha... Gak penting banget deh nguras otak!

Sebelum pelem dimulai, kami melihat ada kamera tersembunyi di sebelah kiri, sebuah pose tak terelakan dan seusai film kami ke kantor sekuriti bioskop untuk meminta gambar berikut. (bioskopnya keren khaaan?? punya kamera di dekat bangku penonton!)

foto yang terekam oleh kamera penguntit di studio

Dan sepanjang film berjalan, kami tertawa puas, terutama dengan adanya si hamster gila! hahaha...

Jam 11 film berakhir, lobby bioskop masih ramai luar biasa sedangkan mall sendiri seperti sudah mati, hanya tersisa lampu-lampu berpendar sayup dari ruangan-ruangan toko yang sudah tertutup dan kami pun pulang.

Saturday, December 13, 2008

Saya itu Bijaksana

dan baik hati dan rupawati dan gemar menolong serta hobi memasukan uang receh kembalian ke celengan babi. (lempar! lempari saja aku dengan tanah! aku sudah siap! hah!)

Cerita bermula dari beguru cat air kepada suhu Sandy, di kos-an Herdy, ditemani oleh Joy dan saat uda mau pergi makan datanglah Edo, sang pangeran ukulele. (Dem! gw lupa ngambil foto ukulelenya!) Oh, di teras kos-an Herdy, ada motor belalang tempur yang keren banget.

Motor Baja Merah & Musuhnya, Hantu Kain Pel

Lalu pergi makanlah kita ke 'Ciz n Cik' (sebuah restoran sempit, tapi rame banget, makanan ala western, harga lumayan, deket kampus, dengan nuansa bahasa Sunda karena pemilik dan pegawainya semua orang Sunda), dengan sebelumnya menjemput Irma di pinggir jalan sedang menanti dengan jus stroberi dan jamur goreng tepung bermustardnya. Oh, Joy kaga ngikut, takut telat nonton twilight ntar digebukin Yanita pake ukulele (gak deng! brutal amat. hahaha...)

Gue makan Cordon Bleu (eksklusif dong mesennya), tapi yang keluar kayak remaja curut! GEDE BANGET!!! o_O lo harus lihat!!! Akhirnya menghabiskan makanan dengan penuh perjuangan, eneg banget -____- manah kejunya di dalemnya kaga jelas gitu rasanya.

Remaja Curut Cordon Bleu

Sandy dong, karena kelaperan (kasihan kau nak...) dia mesen 1 porsi lagi dan berhasil kekenyangan! -.-" sampe2 mukanya kasihan banget di foto seusai makan.

Kami Yang (ke)Kenyang(an)

Trus, gw sama Irma ngabur ke tempat DVD setelah makan2. Setelah itu kami pun berpisah di tempat majalah, niat hati mau membeli Go Girl, ternyata gak seru edisinya. Mata malah melirik ke buku lain dan tergoda oleh rayuan gambar di depannya untuk membeli -.-"

gw langsung melahap komik KambingJantan habis

Tadinya gw mau creambath 23rb, tapi ternyata salon penuh dan waiting list 1 jam. Saat itu uda jam 3 sore. Otak gw mulai berpikir, "kalo mulai krimbat jam 4, berarti kelar jam 5, pulang machyet dong?!". Akhirnya keputusan paling bijak yang gw ambil hari itu adalah gw pulang. Memang, dalam hidup kita harus menjadi bijak, seperti memilih antara dua kekasih mana yang harus ditelantarkan.

-me yang ngantuk dan bersiap2 untuk acara lanjutan malamnya-


*Sewaktu mobil berjalan di puncak jembatan flyover, cakrawala memperlihatkan langit yang paling biru dengan awan-awan besar menggumpal di seluruh layar langit. The best morning sky I've ever seen. (hell yeah, I'm one of an amazing sky fetish, day or night)

Friday, December 12, 2008

Bemo Asoy

Pagi ini dalam perjuangan menuju tempat kerja, banyak banget hal yang bikin gw harus nahan-nahan ketawa (kan jaim - jaga imej) di depan umum. 

satu, lagi ngegelantung di busway seperti biasa sambil tengak-tengok sana sini, di sebelah kiri gw ada mbak2 usia 30an duduk sambil tidur. Masalahnya kepalanya ngedongak ke atas dan mulutnya terbuka lebar banget, rasanya gatel pengen gw masukin telor ke dalemnya... hahaha... 

kedua, gw sudah mendapat tempat duduk (YES!) dan membaca SMS yang masuk. Oh, dari temen gw yang lagi kerja di "Ibukotanya Indonesia" (kalau menurut banyak para orang bule yang gak ngerti kalau Ibukota Indonesia itu sebenarnya adalah Jakarta). Teman kantornya (yang sudah menganggap dia sebagai saudara.sendiri.yang.dermawan.membawakan.dirinya.snack.buah2an.sampai.body.lotion.yang.mungkin.tak.didapat.di.rumahnya) berulah lagi ternyata jadi kucing.hobi.minum.kopi (gak ma, bukan elu kok! hahaha...) alias copycat. Senyum-senyum lagilah gw di dalem bus. Gw khawatir kalau suatu hari nanti, ada intel rumah sakit yang ngikutin gw di bus dan siap menyergap gue kapan saja gw mulai senyum-senyum gak jelas.

ketiga, dari kejauhan gw uda ngeliat calon bemo yang akan gw tumpangi, luas dan bersih dalemnya. (YES! dalem ati gw berseru) Ternyata benar-benar bersih, lapang (walau gak seluas lapangan bola), dan istimewa! Di bolongan kecil mirip jendela yang memisahkan bagian depan dan bagian pantat bemo, ada sebuah lampu neon panjang kecil, entah apa gunanya. Lalu ada tulisan dari cat dengan font size 103pt, "ATAS". Mau gak mau, otomatis gw ngeliat ke atas dong. WOW pertama gue karena melihat ada pencetan bel di atas sana, seperti bel di rumah-rumah, "Buat apaan yah?" gw berpikir keras, tapi nevermind, ada hal menarik lainnya yang menarik perhatian gw di atas sana.  Atap pada bemo-bemo lainnya ditutup dengan tambel-tambelan kardus, koran, sampai kulit buah duren; lah ini karpet baru warna hijau gelap. Dan itu menjadi WOW kedua gue.

keempat, ada mbak2 usia 33an dengan lipstiknya yang tebal terpoles pada bibirnya yang tebal, garis alis buatan yang terangkat tinggi dan jangan lewatkan selendang tipis warna hijau cerah yang diselempangkan (bener kaga sih bahasanya?) dari bahu kanan ke bahu kirinya. Hanya ada satu pikiran yang terlintas di otak gw, "Pasti ibu ini mau ngejaipong pagi-pagi!" dan gw pun menahan ketawa lagi dengan menutupi wajah dengan jaket sambil pura-pura batuk. 

kelima, Duhh... plis dong, gw uda gatel daritadi pengen mijit tuh tombol bel di atas kepala. Pencet. Engga. Pencet. Engga. Tapi kalo gak mencet, nanti gw akan menyesalinya di hari tua nanti karena penasaran, "Duh, kenapa yah sewaktu muda gw gak nyoba mencet tuh tombol? Siapa tau kalo gw mencet, tiba-tiba tuh bemo berubah jadi bemo berbaling-baling yang bisa terbang? Sesal aku...." Akhirnya karena jaim, gw memutuskan untuk gak mencet, biarlah gw mencret-mencret di masa tua karena penasaran, yang penting imej gue di hadapan 5 orang penumpang bemo lainnya tetep cool dan keren. 

keenam, gw nengok ke dashboard kecil di depan, ada 2 stiker ukuran 10x5 cm di sana, berwarna dan menggunakan typeface seperti pada stiker angkot dangdut lainnya. Stiker pertama bertuliskan, "KALAU NAIK BISMILAH BACA DULU". Stiker kedua, dengan ada gambar cewe bohay yang lebih mirip kuntilanak bohay bertuliskan, "YANG CAKEP DUDUK DI DEPAN (di samping mas sopir). Gw ngeliat penumpang di depan, seorang bapak-bapak, gw ngeliat si mas sopir, ternyata seorang bapak tua berkacamata dengan janggut panjang putih yang tebal dan kriwil-kriwil. Hahaha.... Alhasil, gw pura-pura batuk lagi. 

ketujuh, akhirnya bemo berhenti di depan lokasari, orang-orang pada turun dan............ untung tak dapat ditolak, penasaran merasuki akal sehat,......... gue mencet tuh tombol bel pas mau turun (YES! lagi), ternyata hanya ada bunyi "TEEEEETTTT". Yah, kecewa... gak jadi terbang deh... Tapi yang penting, nanti tua gw gak mencret-mencret karena penasaran. (YES! masa depan gw aman). 

- me yang sebal karena yahoo mail lagi error, YM pun tak dapat connect -

Thursday, December 11, 2008

Kehidupan Malam di 'Kota'

Hari ini gw kabur dari tempat kerja jam 8an malam, seperti 2 hari lain sebelumnya dalam minggu ini. Kebetulan hari ini nyokap pengen makan malam di sunter, jadi dia dan bokap menjemput gw saat pulang kerja. Saat pulang, kita ngelewatin satu hotel-hotelan (gak, bukan hotel maenan, tapi hotel tempat bermain para penjajah malam red district) dan kebetulan macet di depan hotel itu (selalu ramai hotel itu). Mendadak nyokap angkat suara menggapi kemacetan tidak jelas itu, "Ada pesta kali ya? Rame banget parkirannya." Langsung ditanggapi bokap dengan, "Pesta apanya? Namanya juga kota, setiap malam juga ramai." Gw hanya tersenyum di bangku belakang, lucunya nyokap bisa berpikiran polos seperti itu. :)

Sementara mobil terhenti, ada segerombol manusia malam menyebrang, melewati sisi-sisi kendaraan. Seorang wanita usia 20-30an, badannya oke banget, bercelana jeans super pendek, rambut panjang, tank top-an, wajah lumayan... disusul di belakangnya bapak berusia setengah baya, 2 wanita seumuran yang tadi dan 2 oom-oom setengah baya juga. Imajinasi gw meliar sesaat, tapi terhenti saat mobil dijalankan.

Mendadak gw kepikiran, mereka itu...... ayam-ayam kota atau kupu-kupu malam istilahnya? Gw gak ngerti bedanya apa.... Apa mungkin, ayam-ayam kota itu mereka yang pendek, berbulu badannya, mulutnya maju, rambutnya berjambul, dan badannya padat berisi bohay. Sedangkan kupu-kupu malam itu julukan untuk mereka yang berantena, hidung melingkar, memakai stoking jaring-jaring, bajunya warna-warni, dan sedikit berbulu halus (lo kira alien hostes?). Yah, pokoknya itu masih menjadi pertanyaan gw sampai saat ini.

-me yang ngantuk berat... tidur dulu ya :)

Kurban Militan

Saat mendekati tempat kerja, gw sedang berjalan penuh semangat di pagi hari sambil senyam-senyum gak jelas, ........

Potong dulu ah, ........ gw juga bingung, hari ini kayaknya semangat banget? curiganya sih karena efek baca buku 'Cinta Brontosaurus'nya Raditya Dika sebelum tidur, pas di bus~sambil sekuat tenaga nahan-nahan senyum, moga2 gak ada yang ngeliat -.-" padahal pasti orang2 udah pada mikir gw jebolan universitas RSJ~, pas ngantri antrean nunggu bus dateng, pas lagi berdiri gelantungan di pegangan busway, sampe akhirnya tuh buku gw masukin lagi ke tas, karena gw tau, gak mungkin banget gw baca buku di dalam bemo yang polusinya bisa bikin gw tewas (kalo setahun lagi gw kerja di sini). Tapi, intinya, entah mengapa..... gw jadi ceria banget hari ini. Atau karena ini hari Kamis dan besok Jumat dan Sabtu gw akan bertemu teman-teman? atau karena ini sudah minggu kedua di bulan Desember dan 1,5 minggu lagi bakal libur? atau karena sebentar lagi natal dan keceriaan di mana-mana? atau karena 2,5 minggu lagi tahun akan mengganti angka buntutnya? Yah, apapun itu, terima kasih karena hari ini saya semangat walaupun hanya tidur 6 jam. hehehe.....  (edited, ralat, apapun itu, sekarang pk. 2 siang hari dan gw mengantuk sekali, kepalanya berat sekali, mata rasanya kalau merem enak banget..... ~_~)

Lanjut yak.... sampe mana tadi? .............. oh! lagi jalan sambil senyum-senyum, tiba-tiba ada pemandangan berjarak sekitar 15 meter di depan gw yang mencuri perhatian. Ada satu truk pick-up warna hitam yang belakangnya terbuka. Kalau isinya kambing-kambing plus daun-daun beribu lembar sih biasa, kebetulan beberapa hari yang lalu baru Idul Adha kan, masih masuk akal.... calon kurban lanjutan mungkin? Tapi kalau yang kelihatan dari jauh adalah para militan yang lagi berdiri plus daun-daun beribu lembar? Lah, yah gw bingung, sampe memicing-micingkan mata segala malahan dan gw tetep yakin, itu orang yang lagi berdiri dengan seragam hitam-hitamnya, bukan kambing-kambing hitam berdiri pakai seragam! 

Sampai akhirnya mobil itu semakin menjauh dan menjauh dan gw lagi gak mood untuk lari pagi demi ngejar-ngejar tuh mobil. Eh, tapi mendadak tuh mobil kayaknya sampai pada titik tidak tambah jauh. Berhenti sepertinya? Waktu gw dah di depan pager tempat kerja, jarak gw cuman terpaut sekitar 5 meter dari mobil itu. 

oooooooohhhhhhhhhhh...................... Ternyata itu memang para militan dengan pu'un2 mangga kecil. Mereka sedang menurunkan bibit (ato bukan bibit yah?) atau cangkokkan calon pohon2 mangga yang besar dari dalam truk, ceritanya mau melakukan gerakan sejuta pohon mangga. Bagus deh, nanti gw tungguin kalo mangganya udah ranum-ranum (karena gw kerja di 'kota', pikiran gw kok ke arah lain yah denger kata 'ranum'?), nanti tak panen... hihihihi..... 

-me yang masih bingung inih desain mau didepelop gimana yah? -.-"

Wednesday, December 10, 2008

Traveling

I read this from Alaya Setya's blog (for those who says, "sapa yaa???? kayaknya pernah denger, tapi gak inget?" Well, she's one of the author of a great novel, "Travelers' Tale : Belok Kanan Barcelona!").


WEDNESDAY, DECEMBER 10, 2008
i think i'm the kind of person who change mind easily. just a few days ago i complained about tired of traveling, and all of sudden i was on my way to ho chi minh city.

it was an impulsive travel. we bought the ticket just 2 days before the departing day. the reason: because it's cheap, and we, the cheap bastards can't just miss it.

but it was totally fun. and so far different compare to bussiness trip. even i had to take budget airline and stayed in backpacker hotel, i didn't have any meeting to attend, i had no schedule to follow and no pile of work to be carried around.

we ate a lot of pho, visited mekong delta, walked around the first district of saigon, shopped unbelievably cheap stuff, talked to some locals and other backpackers and suprisingly met some other indonesian travelers.


Wow! I wish one day, some day, in front of this day, I can travel whenever I want. I really want to see the whole world... Around the world, see new sights, take lots of pics, meet new people, introduced to new culture, breath new air, hear new sound, eat new food, feel new love... hahaha... (makin ngelantur). Well, the point is, really really want to see what's the other thirdfour of this world looks like.

anw, quoting hers, "it was an impulsive travel. we bought the ticket just 2 days before the departing day. the reason: because it's cheap, and we, the cheap bastards can't just miss it." > LOVE THE REASON! cool! hahaha...

Pengalaman nyaris kenapa-kenapa

Sekarang gw inget apa yang mau ditulis kemarin.

Malam itu, hari Senin tanggal 8 Desember 2008, saat gw melakukan ritual minum obat yang telah dilakukan selama semingguan. Pada hari biasanya, gw minum bisolvon tablet lalu 20-30 menit kemudian (seingatnya saja, biasanya sih, sejam kemudian baru ingat minum lagi, karena keasikan sedang ngapain gituh) baru minum amoxicilline (antibiotik). Nah, pada malam itu, gw sudah kebelet pengen tidur, akhirnya gw masukinlah itu si bisolvon dan amoxicilline sekaligus ke dalam mulut, memasukkan air ke dalam mulut, tapi belum ditelan. Tiba-tiba gw terpikir untuk membaca brosur bisolvon.

Detik pertama: mulut masih penuh air dengan 2 tablet berenang-renang di dalamnya, mengambil kertas brosur bisolvon.

Detik kedua: membaca-baca, adakah yang berbahaya...

Detik ketiga: menelan apa yang ada di mulut.

Detik keempat: membaca kata2 "Interaksi : Pemberian bersamaan dengan antibiotika (amoksisilin, sefuroksim, doksisiklin) akan meningkatkan konsentrasi antibiotika."

Detik kelima: menelan ludah, khawatir... o_O WHAT?!!! apa itu artinya? Interaksi, adalah....... hubungan antara 2 hal....trus, ADUH! ARTINYA BAHAYA KAGA?!!! '_' kringet dingin langsung.... Tunggu, tejemahkan ulang ke otak.... Tenang... tenang....

Detik keenam: berpikir untuk muntahin lagi, tapi tidak jadi karena malas mengorek-ngorek mulut dan muntah-muntah.

Detik ketujuh: membaca ulang brosurnya, mencoba menerjemahkan sekali lagi. "meningkatkan konsentrasi antibiotika." ........................................... gak ngerti '_'.............

Detik kedelapan: membalik brosur dan membaca keterangan dalam bahasa inggrisnya. "Drug Interactions : Administration of bromhexine together with antibiotics (amoxicillin, cefuroxime, doxycycline) leads to higher antibiotic concentration in the lung tissue."............................. WHAT?! KENAPA DENGAN PARU-PARUNYA?!!!! o_O........ jadi saat sampai di paru-paru, si amoxicillin bakalan bekerja dengan heboh, berlebihan, bisa merusak lapisan tipis paru2? o_O" ...................

Detik kesembilan: minum aer sebanyak-banyaknya, 1 pot minuman habis mungkin? Berpikir mungkin supaya tabletnya cepat larut supaya gak kenapa-kenapa. TAPI, KAN SAMA AJA?! Larut, artinya masuk dalam tubuh! Semakin cepat diserap! -___-" Tapi, mudah-mudahan dengan banyak minum, larut trus terbawa keluar sewaktu pipish. *teori gw*

Detik kesepuluh: berpasrah...... apalah yang akan terjadi, itu terjadi atas kehendak Tuhan dan kecerobohan gw.

Detik keseratus: bokap pulang dan gw nanya, dijawabnya "yah, gak apa-apa lah! Namanya interaksi, bukan indikasi."

Detik keseratusatu: amin...................................

Sejujurnya, gw gak melebih-lebihkan dalam menulis ini. Malam itu gw beneran panik, ketakutan dan minum kayak onta.

Tuesday, December 09, 2008

Anyone Else But You

a very very sweet song, from the Original Soundtrack of Juno.

Your part time lover and a full time friend,
The monkey on the back is the latest trend,
Don't see what anyone can see,
In anyone else,
But you

Here is a church and here is a steeple,
We sure are cute for two ugly people,
Don't see what anyone can see,
In anyone else,
But you

We both have shiny happy fits of rage,
I want more fans, you want more stage,
Don't see what anyone can see,
In anyone else,
But you

I'm always tryin to keep it real,
Now I'm in love with how you feel,
I don't see what anyone can see,
In anyone else,
But you

I kiss you on the brain in the shadow of the train,
I kiss you all starry eyed,
My body swings from side to side,
I don't see what anyone can see,
In anyone else,
But you

The pebbles forgive me,
The trees forgive me,
So why can't,
You forgive me?
I don't see what anyone can see,
In anyone else,
But you

Du du du du du du dudu
Du du du du du du dudu
I don't see what anyone can see,
In anyone else,
But you.

Ngerokok!

Hari ini jam 8 malam gw baru angkat kaki dari kantor. Pas di dalam bus baru sejuta warga Jakarta, alias busway, lagi bengong-bengong sambil ngeliatin pemandangan 'kota' yang remang-remang itu... Mendadak dari deretan belakang ada yang teriak, suara bapak-bapak dengan lantangnya, "Ngerokok!" Otomatis seluruh kepala di dalam bus itu menengok ke arah belakang bus, kecuali si sopir yang paling-paling cuman bisa ngelirik ke spion atasnya.

Sialnya, begitu gw nengok, jah.... ketiak mas-mas di depan mata. o_O untung masih tertutup pakaian -..-" apess.... Trus memajukan badan sedikit, ketutup perut gendutnya -..-" sekali lagi apess..... Yah, udah, hanya menikmati suara teriakan-teriakan nan heboh di belakang.

Berikut rekamannya,

bapak2: Ngerokok! Mas (maksudnya mas yang ngejagain pintu busway) ada yang ngerokok tuh!
ibu2: Omelin mas, biar tau rasa! (buset, galak amat bu? anaknya yah?)
--mas penjaga pintu berjalan ke belakang, mencoba merebut rokok dari si perokok, tapi kena tangannya, trus si perokok ketawa-ketawa, si ibu2 makin sewot, si bapak2 mencoba ngerebut rokok dari si perokok, tapi gak dapet, "eitss... gak dapet"...................................................... GAK DENG!!! hahaha... gw kan kaga bisa ngeliat, cuman kalau sampai seperti itu seru kali ya?

Moral dari cerita ini: kalau mau merokok, tengokin pala keluar bus dulu supaya tidak ketahuan.

-me yang lagi mengingat-ingat tapi belum ingat, kemarin ada kejadian apa untuk dituliskan-

Monday, December 08, 2008

Indiana Chronicles : Bridesmaid



Pukul 3 pagi tadi sebelum tidur, gw menyelesaikan membaca buku tersebut, buku terakhir dari trilogi cerita kehidupan Indiana Lesmana, seseorang yang mampu menyedot seluruh masalah di dunia ke dalam masalahnya. (buku 1-2 nya, udah gw baca dari tahun lalu, udah lupa cerita detailnya -..-") Kocak, sangat masuk akal, menarik, menyenangkan, mengharukan dan pastinya Romantis!

Sambil baca ketawa-ketawa sendiri, tapi duhhhhhhhhhhh endingnya dong!!!! Bikin gw nangis!!!!!!

Clara Ng
, ibu yang satu itu memang jago sekali membuat cerita! Beliau salah satu penulis yang saia ngefans banget dengan tulisannya! :)

Buku Indiana Chronicles itu punya sepupu gw, tapi.... kalau sudah membaca dan merasa itu luar biasa bagus, jadi kepengen beli o_o.... gimana dong??!!!!

-me menyisihkan uang kembalian untuk ditabung di celengan babi, modal untuk beli buku-

Ayah bingung mau jawab apa?

Saat sedang mengantre di supermarket, kebetulan mengantre pada kasir yang ada counter rokok yang juga menjual berbagai barang lainnya. Salah satunya, diketahui saat ada anak perempuan usia SD berbadan bongsor di sebelah gw. Anak tersebut sedang bersama ayahnya.

Sang anak membaca merek pada barang yang di display. "Kon...dom.." 

anak : pa, kondom apa?
ayah : ...... (hening, tak bergeming)
anak : pa, kondom apaan sih?
ayah : .......... (masih hening) 
anak : (semakin intens bertanya) paaa... kondom apaan?? kondom apaan? (o_O gw jadi ayahnya sih maless banget de, udah bingung mo dijawab apa, napsu pula nanyanya) 
ayah : ................ itu barang orang dewasa. 
anak : ooohh...... (gw yakin, anak itu hanya ber-oooo-ria tanpa mengerti maksudnya)

Gw sekelar mendapat kembalian, nyaris tertawa geli di sana, untung buru-buru kabur. hahahaha.... kasihan si ayah. 

Sunday, December 07, 2008

merasa polos '_'

ya oloh ya robi, o_O pantes ajaaaaaaaaaa pantesss ajaaaaaa gw bisa jatuh cinta sama tulisan di Lajang dan Menikah ........ itu bukan real blog sepertinya, hanya kumpulan cerita yang ditulis bersama oleh.... mba Okke dan temannya..... PANTES AJAH!!!! berbumbu banget cerita-ceritanya!!

-me masih berasa bego mempercayai apa yang dilihatnya begitu mudah-

1:11

hey! does someone miss me? hehehe...

1:11 PM that's the time shows in the bottom right corner of my monitor now.


(edited)


wow! keren loh! beberapa menit setelah itu, ada temen yang sms gw dan bilang kangen. woooww... mejiikk....

Percakapan aneh-aneh

abis blogwalking nih (jiahhhhhh.... baru ngenal istilah ini, langsung de dipake *norak abisnya ketauan*)

trus nemu lagi blog aneh (baca: uniq), namanya : Nguping Jakarta. dari namanya aja udah aneh (baca lagi: uniq). Kalo blog berisi kumpulan foto2 signage2 dengan tulisan aneh2 (boleh dibaca: aneh), sudah biasa. Kalo email dengan isi guyonan percakapan, sudah biasa. Nah ini dong, blog kumpulan percakapan abnormal yang ditemui di kehidupan nyata sehari-hari, baru aneh! (baca kembali: uniq)

***
sedikit preview dari Nguping Jakarta:

Ya kalo adik maksa sih, abang bisa apa?

Anak SMP hampir telat masuk sekolah.
Anak SMP: "Bang, sekolah X, berapa?"
Supir Bajaj: "Lima?"
Anak SMP: "Tujuh deh!" (terdiam sebentar lalu naik dengan malu)

Didengar oleh pejalan kaki yang menjadi saksi betapa berseri-serinya wajah sang supir bajaj.

***

Gw jadi pengen menambahkan versi gw sendiri.

Crime scene: zebra cross mo ke mall kelapa gading
Situation: kendaraan seliweran parah dan tak ada niat mempersilahkan penyebrang untuk menyebrang di zebra cross.
Subject: mba2 nyebrang dari mall.
Victim: temanku mau nyebrang ke mall.
Witness: gw di sebelah temanku.
Position: di tengah2 jalan, di atas zebra cross.

Mba2: Duuh, ini motor nyeremin de, bukannya berhenti!
temanku: iya nih, emang.
gw: engg.... '_' ..... hahahahaha.... kok curhat pas nyebrang sih!
temanku: curhat colongan gituh.

-me yang lagi mo mulai nyelsein kerjaan bokap, kok kaga mule2 yah?-

Sepenggal Romantisme

Biipp.. bipp..

New incoming message.

Saya buka flip handphone saya, dan tersenyum-senyum melihat nama pengirimnya.

"Hey beyb, lagi ngapain? Aku lagi kangen dong ama kamu."

Saya buru-buru membalas.

"Hey hunny bunny. Lagi meeting. Sooo friggin booooring! Wish you were here.." Sent.

Bipp..bipp..

"Me too. Makan malem bareng yuk. Aku jemput ya."

"Can't do beib. My husband's night off tonite :(" Sent.

Yep.

Saya tidak sedang sms-an dengan suami saya.

Namanya Rey. Saya kenal dia baru beberapa minggu ini, sejak ketemuan di gathering blogger di Bandung. Dari dulu saya penggemar berat blognya. Selalu menarik dan membuat saya tertawa terbahak-bahak. Gak nyangka malah bisa jadi temenan sama dia.

Beberapa hari pertama kami selalu berkirim sms, chatting di Messenger, kadang telpon-telponan. dan beberapa minggu ini intensitasnya ditambah dengan ketemuan dan panggilan mesra.

Gak kok, saya gak selingkuh.

Hanya saja, setelah beberapa tahun menikah, saya mulai merasa ada yang kurang dalam kehidupan saya.

Mungkin karena begitu terbiasa dengan suami saya, maka tidak ada lagi getaran ganjil dan menyenangkan kalau ketemu dia, tiadak ada lagi sms bermanja-manja, tidak ada lagi...well... romantisme.

Basi ya saya? Tapi sebagai penganut romantisme sejati, saya benar-benar kehilangan semua itu.

I want to feel that butterfly in my tummy again...

Demikian sepenggal tulisan yang diambil dari sebuah entri dari blog yang baru gw temukan. "Lajang dan Menikah" , sebuah online journal dengan tulisan yang begitu ringan dan menghibur, dari awal saia membaca tulisan profil mereka (mereka? yup! karena itu adalah blog kolaborasi 2 orang), gw tahu, "I will fall in love with their writings."

Saat membaca entri tersebut, langsung mengingatkan pada telepon seorang teman di malam hari beberapa malam yang lalu. Hehehe... the same romance you're looking for, but not love. :)

-moi yang hampir tidak dapat berhenti membaca "Indiana Chronicle : bridesmaid" semalam-

Saturday, December 06, 2008

new from Pixar : Up (May, 2009)

Buku dan Budget

lagi brosing2, menclok di satu website, halaman kepunyaan penulis terkenal yang gw ngefans banget, Meg Cabot

Jadi terlintas.... pengen ngoleksi bukunya semua.... tapi.... budget belon ada... huhuhuhu....

Setiap main-main ke toko buku terdekat (dari rumah gw), pas nyampe di rak2 novel... langsung.... engg...... hasrat membeli buku itu bergelora (*tingak tinguk*semoga gak ada yg ngelempar gw dgn tanah*).... tapi kembali... kepada.... engg..... budget.

5 huruf (6 huruf, maaf salah ngitung) yang sangat berperan besar dalam hidup ini.

b.u.d.g.e.t.

-me yang lagi pengennnnn banget mesen buku tapi.... engg.... mikir 3x lagi...-
"Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking, and don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it." - Steve Jobs

Graduation

(courtesy of : Irma)

Superpower : Ngemil

Suka serem gw sama kemampuan ngemil gue...

Baru tau enaknya Lemonia... (supposed to take a picture of it, but it seems my mom has trashed it and transfered the contents into a tupperware).

Lemonia...
Biskuit tipis dan renyah rasa lemon dengan ekstra kalsium. (begitu tulisnya di bungkusnya kalau tidak salah)

pas ke carita, pas sial (ato malah hoki?) gw lagi diet, jadi kagak nyobain tuh snack yang kayaknya kok habisnya cepet di peredaran saat duduk-duduk?

trus Retta juga nyebut2 kalo tuh biskuit enak banget... nyaris jadi biskuit favorit mungkin?

penasaran dengan rasanya, akhirnya gw belilah itu satu bungkus... hanya 4rb kurang harganya. tak begitu mahal. isinya banyak.

Digigit sekali, WOH! wangi lemon, rasa lemon samart2 menyeresap di lidah, gula-gula memberi tekstur, manisnya pas, dan yah seperti tulisan tadi "tipis dan renyah".

yang parah........ BIKIN NAGIH!!!

inih udah tau2 kayaknya tinggal 1/2 bungkus de -________-"

Friday, December 05, 2008

JOE

a 3 simple alphabets that has lots of meaning in our life, at least in DKV'04 friendship world.

Everytime you go, you will just remember his name.

Someone who is actually a nice person.

But, we just can't resist to tease him.

all the things we all have been through with him has left us with good memories :)

May the name still with us when we had another reunion in many many years ahead :D


-me who just laugh a lot because chatting with my *hugs* friends-

Canceling Event

Finally I'm canceling my-very-awaited-event-of-this-week.

As listed, sandy-edo-joy-herdy-sri-ronald-ivan-oni-joe-isur-irma-yanita-andsupposedtobemetoo, we plan to having lunch together @ hanamasa puri mall. Till a few minutes ago, I'm still planning to go there for like half-day? But my mom was remaining me, "terserah kalo mau jalan2, badan udah suak, nanti libur panjang pas masuk kerja malah makin sakit".

And I'm rethink about it, ..... "ride on a bike (I planned to ride along with Herdy), going to talk so much whole day while hanging out with friends, going home in a tiring condition."

"ya sudah ma, ga pegi de.."

mom : "iya... tau kondisi sendiri.."

huehehe....


-me so sad for not going in a 'hanging out' event-

Naughty me

I'm having a really bad cough.

But still, can't resist to eat fried snacks. '_'

New (eeerrrr) Count

Engg....

Can't help it, the desire to make a new blog.

hehehe....

-Leen who is currently listening to Loving You by Minnie Riperton-